Wana Wisata Gunung Karang Legenda Sangkuriang Van Majalengka

Wana Wisata Gunung Karang Legenda Sangkuriang Van Majalengka
Poto Gunung Karang Majalengka

MAJALENGKA(Jawa Barat) - Gunung Karang merupakan Destinasi Wisata Alam  di Majalengka yang menyuguhkan hutan alam dan Taman Batu.

Keindahan dan keunikan yang dimiliki  dg julukan semilyar batu dan seribu goa  menjadi  satu icon wisata alam pegunungan yang berlokasi diwilayah administratif kelurahan Babakan Jawa kecamatan Majalengka  kabupaten Majalengka,  merupakan kawasan Hutan Lindung Resort Pemangkuan Hutan  ( RPH ) Pancurendang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Majalengka Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Majalengka Divisi Regional Jawa Barat & Banten seluas 29,80 Ha, dikelola bersama dengan (LMDH) Rimba Raya Lestari. 

Destinasi Wisata Alam Gunung Karang ini berupa tumpukan batu, batu-batu ini tersusun rapi di atas bukit seperti ditata dan membentuk tumpukan batu berongga di sela-sela batu besar tersebut. Rongga-rongga diantara tumpukan batu inilah yang disebut gua., sehingga Wisata Gunung Karang ini disebut juga sebagai Gunung Karang semilyar batu dan 1.000 Gua.

Gua di Wisata Batu Gunung Karang ini konon panjangnya mencapai kurang lebih 30 meter, membentang dari timur ke barat. Luasan gua ini ada yang cukup untuk berdiri, ada pula area terbuka sehingga bisa pengunjung bisa melihat ke atas. Tetapi ada pula area yang sempit sehingga pengunjung harus merangkak untuk melewatinya.Untuk keamanan pengunjung, apabila ingin menelusuri gua-gua di Gunung Karang ini wajib didampingi pemandu dari Pengelola Wana Wisata Gunung Karang, dengan tujuan untuk bertugas menjaga keselamatan para pengunjung ketika memasuki gua.

Pemandu ini yang melengkapi diri dengan lampu penerangan karena ada beberapa tempat di dalam gua yang sangat gelap sehingga wajib menggunakan pemandu jika akan menelurusi gua di Gunung Karang.

Banyak cerita berkembang di masyarakat setempat tentang gua di Wisata Alam Gunung Karang semilyar batu dan 1.000 Gua ini.
Konon, gua-gua ini pernah digunakan sebagai tempat para pejuang kemerdekaan untuk mengatur strategi dan tempat berlindung ketika perang melawan tentara Jepang serta Belanda.

Selain itu juga, menurut Lagenda Versi Sangkuriang Van Majalengka Tumpukan batu-batu yang berada di Gunung Karang ini dikaitkan dengan Legenda Sangkuriang, legenda yang sangat terkenal dari tatar Sunda. Tempat ini konon katanya memiliki kaitan erat dengan legenda tersebut.

Menurut Lagenda yang beredar Sangkuriang ditantang oleh Dayang Sumbi untuk membendung sungai dalam waktu semalam sebagai syarat menikahinya. Sangkuriang dengan bantuan bala tentara mahluk halus mengumpulkan batuan besar untuk membendung sungai, akan tetapi bendungan yang rencananya untuk berlayar Sangkuriang bersama Dayang Sumbi menggunakan perahu tidak bisa diwujudkan. Dan apabila diamati secara serius, kondisi alam Blok Pancurenang menyerupai sebuah bendungan yang kering, sehingga membentuk lembah yang di tengah-tengahnya mengalir sungai Cilutung yang bermuara ke bendungan Rentang di Kabupaten Majalengka.

Sisa batuan besar untuk membendung sungai itu masih ada sampai sekarang. Sisa batuan besar ini sekarang menjadi obyek wisata Taman Batu Gunung Karang. Tumpukan batuan itu mirip stone garden.

Lokasi Bendungan Sangkuriang tersebut di era sekarang oleh Pemerintah Kab. Majalengka dan Sumedang di Rencanakan akan di jadikan Bendungan Kadu Malik.

Di puncak Gunung Karang ini, pengunjung dapat memuaskan diri menikmati keindahan alam bagi penggemar fotografi, dapat memuaskan hunting landscape Taman Batu Gunung Karang. Bagi penggemar selfie, dijamin terpuaskan berfoto di sini, karena hampir setiap tempat menampilkan keindahan dan keunikan tersendiri. Yang pasti, taman wisata di Majalengka ini sangat instagramable.

Untuk mencapai objek wisata ini sangat mudah, kondisi jalan sudah aspal mulus hotmix. Sebagai patokan, apabila dari Majalengka, mengarah ke kelurahan Babakan Jawa, kemudian ke Pancurendang Landeuh.

Jika dari luar Kota Majalengka, objek wisata Taman Batu Gunung Karang dapat dijangkau menggunakan pesawat terbang melalui Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJB). Akses jalan tol juga sangat dekat dari Majelengka.

Selain untuk tempat berwisata, Gunung Karang juga dapat dijadikan tempat untuk mengandakan kegiatan event- event yang bersifat Family Gatring, ataupun Study Banding. Kegiatan event yang pernah dilaksanakan di lokasi wana wisata Gunung Karang yang bersifat Nasioal diantarnya, Pelatihan Perhutanan Sosial, yang diadakan oleh Kementrian BP2SDM Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga Study Banding Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk Kegiatan Perhuatan Sosial, Kunjungan Mentri LHK beberapa waktu lalu.

Dengan adanya Wana wisata Gunung Karang dapat memberikan peluang kerja bagi Masyarakat Desa sekitar Hutan antara lain dari hasil penjualan karcis tanda masuk dari kerjasama wisata dan memberi kesempatan usaha seperti warung, dan penjualan hasil Pertanian dan Perkebunan dari komoditas Jagung, Mangga, Dll.  (AW)