Pekerjaan TPT Kali Putih Sasak Panjang Diduga Tidak Sesuai Spek

Pekerjaan TPT Kali Putih Sasak Panjang Diduga Tidak Sesuai Spek
Pekerjaan TPT Kali Putih Desa Sasak Panjang yang diduga tidak sesuai Spesifikasi

BOGOR,- Pemkab Bogor melalui Satker DPUPR melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, diantara nya jalan, TPT, DPT, saluran irigasi dan drainase.  Pembangunan infrastruktur ini guna meningkatkan dan memperlancar jalur transportasi serta mencegah terjadi banjir maupun longsor.

Namun dalam pelaksanaan nya, masih banyak pekerjaan yang di lakukan oleh pihak pemenang tender yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

Salah satu nya pekerjaan Tembok Penahan  Tanah (TPT) Kali Putih yang ada di RW 05, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajur Halang. Bertindak sebagai pihak pelaksana CV Haskar Persada dan Konsultan pengawas oleh PT Geodinamik Konsultan. 

Pekerjaan ini memakan waktu 90 (Sembilan Puluh) hari kalender dengan No. dan tanggal SPMK: 610/E-341037-[1]/TPT-AIR/SPMK/DPUPR, tanggal 18 September 2020.

Dari investigasi team media di lokasi, Rabu (28/10), didapati semen perekat batu mudah terkelupas. Diduga semen yang digunakan sebagai bahan campuran mortar volumenya tidak memadai atau terlalu sedikit, lebih banyak menggunakan pasir. Selain itu, di lokasi pun tidak didapati ada nya mesin molen beton dan juga direksi keet/kantor lapangan yang sifatnya mutlak bahkan tertulis pada surat rencana persiapan proyek pembangunan. Dimana salah satu fungsi dari direksi keet adalah tempat terpasang nya Shop Drawing.

Dari penggunaan material seperti batu banyak menggunakan batu kuning. Dari keterangan pihak konsultan pengawas di lokasi mengatakan, Pihak UPT sudah pernah menegur pelaksanaan terkait penggunaan batu kuning di bagian depan TPT. Namun fakta nya, batu tersebut masih terus dipakai

Kemudian ketinggian TPT diduga tidak sesuai spek. Dari keterangan pihak konsultan pengawas di lokasi mengatakan, untuk ketinggian TPT tidak variatif tergantung struktur tanah.

Untuk K3 sendiri, banyak para pekerja mengindahkan terkait hal ini. Banyak para pekerja tidak menggunakan Helm, rompi, sarung tangan, sepatu, masker dan kaca mata pelindung.

Pekerjaan yang menelan anggaran sebesar Rp.665.855.000,00 (Enam Ratus Enam Puluh Lima Delapan Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) ini bersumber dari APBD Kab. Bogor Tahun 2020.  

Tentu nya hal ini menjadi catatan khusus bagi Dinas PUPR dalam hal ini UPT dan Konsultan pengawas dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan proyek. Begitu juga dengan tupoksi UPT sendiri, yang mengawasi dan monitoring segala kegiatan bidang yang di bawahi di setiap wilayah lingkup nya.

( LUKY )