Pedagang Pasar Malam Menjerit di Tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Kemana?

Pedagang Pasar Malam Menjerit di Tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Kemana?
Wahana hiburan rakyat keliling jadi besi rongsokan pasca Pandemi Covid-19 melanda dan izin keramaian di larang.

JAKARTA, - Nasib para pedagang pasar malam dan pemilik wahana hiburan rakyat keliling yang ada di Indonesia cukup memprihatinkan. Kurang lebih 7 bulan mereka tidak bisa menjalan usaha karena aturan PSPB dan tidak ada nya izin keramaian dari pihak Kepolisian.

Mereka pemilik wahana hiburan rakyat keliling ini terpaksa harus mem-PHK para karyawan. Hal ini terpaksa dilakukan karena tidak sanggup lagi memperkerjakan mereka. Sumber data yang terima awak media dari organisasi Persatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesian  (P3MI) Pusat, tidak kurang dari 50 ribu orang yang di PHK di seluruh Indonesia. 

Tentu nya ini menjadi PR bagi pemerintah pusat dan daerah, dalam menanggulangi pengangguran yang bertambah pasca Pandemi Covid-19 di Indonesia.  Tidak barang mungkin angka pengangguran ini bertambah. Karena melihat situasi penyebaran Pandemi Covid-19 yang masih tinggi dan, belum ada nya solusi yang nyata bagi masyarakat, khusus nya para pedagang pasar malam dan pemilik wahana hiburan rakyat keliling. 

Persatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesian (P3MI) yang merupakan wadah para pelaku UMKM ini merasa cukup prihatin dengan situasi menerpa para anggota nya. Terlebih, ada nya pemilahan/ tebang pilih dalam menerapkan aturan dalam PSPB.

Di satu sisi, banyak nya Mall, Supermarket, Cafe dan tempat wahana taman wisata yang masih buka dan selalu di penuhi para pengunjung dari luar. Meskipun dalam pelaksanaan nya, mereka menerapkan protokol kesehatan di lokasi. 

Agus Chandra, S.E selaku Ketua Umum P3MI Pusat mengatakan, Terlihat jelas ada nya pemilahan dalam menerapkan aturan oleh pemerintah pusat dan daerah. 

“ Kita lihat saja Mall, Supermarket, Cafe dan tempat wahana taman wisata tetap buka meski diterapkan protokol kesehatan. Apa beda nya dengan kami, yang notabene pelaku UMKM yang juga menerapkan protokol kesehatan di lokasi area pasar malam,” jelas Agus dengan nada kecewa.

Lanjut nya, “ Kenapa kami saja yang di sorot dan di jadikan tumbal dalam pelaksanaan aturan tersebut.? Mana keadilan bagi kami, mana solusi dan keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil yang mencari makan untuk keluarga nya.”

Saat ini, kata Agus, para pedagang dan pemilik wahana hiburan rakyat keliling di paksa tutup oleh pihak Muspika setempat, karena dorongan oknum tertentu yang tidak memberikan solusi kepada kami.

Dirinya mengingatkan kepada pemerintah agar segera mencari solusi yang rill dan nyata bagi pelaku UMKM yang bergabung dalam P3MI. 

“ Jangan sampai kami harus turun ke jalan. Jangan sampai kami harus melakukan demo didepan gedung DPR Pusat untuk memperjuangkan nasib kami,” tegas nya.

Untuk diketahui, P3MI sudah mempunyai 21 DPD Provinsi dan 262 DPC kota/kabupaten yang di Indonesia. Tidak kurang lebih 180 Ribu anggota nya yang tergabung dalam organisasi P3MI baik itu di pusat hingga ke daerah.

( LUKY JAMBAK )