Hirarki Kekuasaan Dan Aspek Loyalitas, Kamu Harus Tahu

Hirarki Kekuasaan  Dan Aspek Loyalitas, Kamu Harus Tahu

OPINI - Sudah menjadi sebuah fenomena nasional ketika sebuah kekuasan dicoba dipertahankan dengan membentuk hirarki kekuasaan. Sosok-sosok penguasa yang sudah mampu menduduki tempat tertinggi dalam percaturan perpolitikan suatu daerah atau jenjang Jabatan pada suatu Perusahaan , baik dari tingkat pusat maupun daerah pasti akan berusaha untuk mempertahankan kekuasaan yang sudah diraihnya dengan membentuk pasukan pengaman kekuasaan agar tidak lepas dari genggaman. Berbagai alasan dijadikan sebagai landasan pembentukkan hirarki kekuasaan tersebut, baik dari alasan pelestarian kekuasaan, pembagian kue-kue pembangunan, sampai dengan alasan mempertahankan wilayah kekuasaan demi generasi masa depan.

Hirarki kekuasaan yang terbentuk biasanya terdiri dari sekumpulan orang-orang yang dianggap punya misi dan visi sama dalam menjalankan sebuah roda kekuasaan. Orang-orang yang dianggap setia dan tidak akan mengguncang kedudukkan sang penguasa dengan berbagai alasan. Orang-orang yang bahkan akan terus mendukung dengan segala daya dan upaya melanggengkan kekuasaan yang sudah diraih dan bahkan kalau perlu mempertahankan kekuasaan yang sudah diraih selama yang mampu mereka pertahankan.

Hirarki kekuasaan yang terlihat dan terbentuk secara nyata dan legal dimata hukum bisa dilihat dengan adanya partai-partai politik. Yang terus memperebutkan kue kekuasaan dengan berbagai cara. Janji-janji pembangunan terus digelontorkan dengan harapan mendapatkan suara dukungan terbanyak yang memampukan mereka melenggang mengangkangi sebuah kekuasaan. Yang kemudian akan mereka gunakan sebagai sarana dan prasarana membagi-bagi jatah kekuasaan-kekuasaan kecil lainnya dibawah kekuasaan yang sudah mereka dapatkan sebelumnya. Pembagian wilayah-wlayah kekuasaan kecil yang bertujuan untuk mengokohkan puncak kekuasaan yang sudah dikuasai sekaligus mempertahankan dan memperluas daerah kekuasaan yang tentu saja juga akan menampah kesejahteraan kehidupan yang berlimpah bagi semua orang yang berada dan ikut berkuasa dalam sistem hiraki kekuasaan tersebut. Dan melupakan semua janji-janji pembangunan yang pernah digembar gemborkan saat mencoba mencapai kepuncak kekuasaan sebelumnya

ASPEK-ASPEK

LOYALITAS KARYAWAN

Untuk mengetahui apakah seorang karyawan loyal terhadap perusahaan. Terdapat beberapa aspek yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengukur loyalitas karyawan tersebut. Aspek-aspek loyalitas kerja yang terdapat pada seorang karyawan antara lain:

1. Taat pada peraturan.

Seorang karyawan yang loyal akan selalu taat pada peraturan. Sesuai dengan pengertian loyalitas , ketaatan ini timbul dari kesadaran karyawan jika peraturan yang dibuat oleh perusahaan semata-mata disusun untuk memperlancar jalannya pelaksaan kerja perusahaan. Kesadaran ini membuat karyawan akan bersikap taat tanpa merasa terpaksa atau takut terhadap sanksi yang akan diterimanya apabila melanggar peraturan tersebut.

2. Tanggung jawab pada perusahaan/organisasi.

Ketika seorang karyawan memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas, maka secara otomatis ia akan merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perusahaannya. Karyawan akan berhati-hati dalam mengerjakan tugas-tugasnya, namun sekaligus berani untuk mengembangkan berbagai inovasi demi kepentingan perusahaan.

3. Kemauan untuk bekerja sama.

Karyawan yang memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas, tidak segan untuk bekerja sama dengan karyawan lain. Bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok memungkinkan seorang karyawan mampu mewujudkan impian perusahaan untuk dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh seorang karyawan secara invidual.

4. Rasa memiliki

Adanya rasa ikut memiliki karyawan terhadap perusahaan akan membuat karyawan memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap perusahaan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan sikap sesuai dengan pengertian loyalitas demi tercapainya tujuan perusahaan.

5. Hubungan antar pribadi

Karyawan yang memiliki loyalitas kerja tinggi akan mempunyai hubungan antar pribadi yang baik terhadap karyawan lain dan juga terhadap atasannya. Sesuai dengan pengertian loyalitas, hubungan antar pribadi ini meliputi hubungan sosial dalam pergaulan sehari-hari, baik yang menyangkut hubungan kerja maupun kehidupan pribadi.

6. Kesukaan terhadap pekerjaan

Sebagai manusia, karyawan pasti akan mengalami masa-masa jenuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya setiap hari. Seorang karyawan yang memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas akan mampu menghadapi permasalahan ini dengan bijaksana. Hal ini hanya dapat dilakukan apabila seorang karyawan mencintai pekerjaannya.

PENYEBAB

TURUNNYA

LOYALITAS

KARYAWAN

Seperti yang telah dijabarkan pada awal tulisan, pengertian loyalitas adalah suatu hal yang sulit untuk diciptakan namun mudah untuk dihilangkan. Seorang karyawan yang baru masuk dalam sebuah perusahaan memerlukan waktu untuk dapat menjadi loyal sesuai dengan pengertian loyalitas. Akan tetapi, sikap loyal yang sesuai dengan pengertian loyalitas tersebut dapat tiba-tiba hilang apabila seorang karyawan merasa “dikecewakan” oleh perusahaan. 

Setidaknya terdapat tiga faktor yang dapat menjadi penyebab turunnya loyalitas karyawan sesuai dengan pengertian loyalitas, yakni:

a. Faktor rasional

Faktor rasional turunnya loyalitas karyawan mengacu pada hal-hal yang dapat dijelaskan secara logis. Faktor-faktor rasional yang menjadi penyebab turunnya loyalitas karyawan sesuai dengan pengertian loyalitas antara lain gaji, bonus, jenjang karir, dan fasilitas-fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

b. Faktor emosional

Faktor emosional turunnya loyalitas karyawan mengacu pada hal-hal yang menyangkut perasaan atau ekspresi diri. Faktor-faktor emosional yang menjadi penyebab turunnya loyalitas karyawan sesuai dengan pengertian loyalitas antara lain pekerjaan yang dinilai kurang menantang, lingkungan kerja yang tidak kondusif, perasaan was-was terhadap keberlangsungan hidup perusahaan, ketidakcocokan karyawan dengan pemimipin, pekerjaan yang dinilai tidak prestige, serta kurangnya "penghargaan perusahaan terhadap prestasi kerja karyawan" 

Hirarki, loyalitas, empati, adalah kata2 yang penuh makna, yang harus di cerna dengan akal pikiran, hati dan perbuatan yang di barengi dengan keimanan. ( Nang Surya)

( Hirarki Kekuasaan & Aspek loyalitas)