Adanya Penggunaan Batu Bulat Pada Badan Pasangan TPT Pandansari Ciawi Patut Dipertanyakan

Adanya Penggunaan Batu Bulat Pada Badan Pasangan TPT Pandansari Ciawi Patut Dipertanyakan
Dokumen: Penggunaan batu bulat pada badan pasangan Tembok Penahan Tanah (TPT) Pandansari Ciawi.

BOGOR,- Pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) Pandansari Ciawi sudah mulai berjalan. Proyek menelan anggaran sebesar Rp.825.477.000,00 (Delapan Ratus Dua Puluh Lima Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Rupiah) yang bersumber dari APBD Kab Bogor Tahun 2020. 

Pekerjaan ini memakan waktu 80 (Delapan Puluh) hari Kalender, dengan Nomor dan tanggal SPMK: 610/E-341024-[1]/TPT-Air/SPMK/DPUPR, tanggal 2 Oktober 2020. Bertindak sebagai pihak pelaksana CV Kamandaka Putra dengan konsultan pengawas oleh PT. Massuka Pratama.

Dari pantauan team media dilokasi (24/10) pukul 12.30 WIB, terlihat material yang digunakan yaitu batu bulat. Guna kelengkapan dokumentasi, team media mengambil foto dan video yang di dapati di lokasi. Pada hari tersebut, tidak ada satu pun pekerja atau konsultan pengawas yang bisa di konfirmasi.

Pada tanggal (26/10), pagi sekitar pukul 10.00 WIB, team kembali mendatangi lokasi guna mengkonfirmasi terkait penggunaan batu bulat kepada pihak konsultan. Kembali team media tidak bisa menemui pihak konsultan di lokasi, yang ada hanya para pekerja. 

Selanjut nya pada hari Senin (2/11) siang, team media kembali ke lokasi guna mengkonfirmasi ke pihak konsultan pengawas dan pelaksana. Adi, sebagai pihak pelaksana yang ditemui dilokasi mengatakan, terkait pemakai batu bulat pada badan pasangan Dirinya tidak begitu hafal terkait teknis.  

“ Kalau menurut bapak bagaimana ? (tanya balik pelaksana kepada team media). Karena di RAB hanya tertulis pemasangan batu”, ujar nya.

Adi juga menjelaskan, Untuk panjang total TPT lebih kurang 220 meter, dengan tinggi badan pasangan variatif, begitu juga dengan kedalaman pondasi guna menyesuaikan antara tinggi dan beban berat.

Dalam  teknis penggunaan batu untuk TPT, DPT dan Drainase yang digunakan untuk pasangan harus batu belah keras sebagaimana tercantum dalam RAB. Batu belah biasanya kebanyakan gunung atau sungai yang mutunya telah disetujui, tidak berlapis dan bebas dari cacat lain nya.

Kelebihan dari batu pecah tersebut karena keras, tidak keropos dan tidak banyak berpori. Batu-batu untuk pasangan harus dibasahi pada tempat penumpukannya. Sehingga pada saat akan dipakai batu-batu ini dalam kondisi cukup lembab.  Batu yang diameternya lebih dari 30 Cm harus dipecah serta penempatannya harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak ada rongga yang besar di antaranya.  Batu untuk pasangan ukuran antara 20/30 cm. 

Dari harga m³ batu belah dengan batu bulat jauh berbeda. Tekstur batu belah menjadi cukup kasar sehingga dapat menempel dengan sempurna pada mortar. Karena itulah harga batu kali per kubik untuk jenisnya bisa sedikit lebih mahal dibanding yang bulat. Sementara bentuk batu bulat dengan tekstur permukaannya yang halus dan sering diambil dari tepian daerah sungai.  Walau memiliki tingkat kekerasan yang tinggi, teksturnya yang halus bisa membuat batu kali bulat sulit menempel di mortar dalam proses pencampuran. 

Dilansir dari beberapa halaman Web, harga pasaran batu belah di kisaran m³-Rp. 185.000 m³, sementara batu bulat jauh lebih murah. Patut diduga, ada nya kesengajaan pihak pelaksana menggunakan batu bulat guna mencari keuntungan tanpa melihat mutu kualitas dari ketahanan TPT.

( LUKY )